Owner Bakso di Mamuju Aniaya Dua Saudaranya Terpilih, Syukur ST Komitmen Majukan IJS Kapolda Sulbar Targetkan Lebih Maksimal Jawab Harapan Masyarakat Ditlantas Polda Sulbar Meriahkan CFD,  Kampanye Keselamatan Berkendara  Gubernur Suhardi Duka Kukuhkan Pengurus IKAPIM Sulbar Kapolda Perhangat Kebersamaan dan Silaturahmi di Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah

Headline

Pramusaji di RSUD Regional Diberhentikan, KSBSI Sulbar Lakukan Pendampingan

badge-check


					Pramusaji di RSUD Regional Diberhentikan, KSBSI Sulbar Lakukan Pendampingan Perbesar

Regional Sulbar Diberhentikan Sepihak, KSBSI Sulbar Siap Lakukan Pendampingan

Mamuju — Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulawesi Barat melakukan pendampingan terhadap Erma Surya Ningsih A, pekerja pramusasji yang diberhentikan di bagian Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum (RSU) Regional Sulawesi Barat.

KSBSI Sulawesi Barat bahkan telah melayangkan surat permohonan Bipartit ke RSU Regional Sulbar, dan tembusan ke Gubernur Sulbar, DPP KSBSI, Ketua DPRD Sulbar dan Disnaker Sulbar.

Tujuan permohonan pendampingan Bipartit untuk menyelesaikan masalah hubungan industrial antara pekerja/buruh dengan pemberi kerja secara kekeluargaan dan terbuka, sebelum melibatkan pihak ketiga.

Ketua KSBSI Sulawesi Barat, Muhammad Rafi mengaku menyayangkan adanya kejadian pemberhentian sepihak yang dilakukan pihak instalasi gizi RSU Regional Sulbar.

Pihaknya, kata Rafi, telah melayangkan surat kepada RSU Regional Sulawesi Barat, yang didahului dengan menyusun kronologi pemberhentian Erma Surya Ningsih.

“Kami telah melayangkan surat permohonan Bipartit ke RSU Regional Sulbar. Karena ini persoalan kemanusian dan hak azasi. Dan kami sayangkan karena pemberhentiannya dilakukan dengan lisan. Kami berempat  yang mendampingi masing-masing saya Muhammad Rafi selaku Ketua KSBSI Sulbar, Andi Toba SH selaku Ketua MPW KSBSI , Ashari Rauf sebagai Sekretaris Umum KSBSI Sulbar dan Basri A. Muin sebagai Ketua Federasi SBSI Mamuju,” jelas Rafi, dalam keterangan rilisnya, Rabu 2 Juli 2025.

Menurutnya, pihak instalasi gizi melalukan pemberhentian secara sepihak dan ada prosedur yang tidak tepat. Hal ini patut disayangkan oleh KSBSI.

“Jadi klien kami ini dizolimi. Ini adalah pelanggaran hak azasi. Kalau tidak ada hasil yang diperoleh melalui Bipartit, maka kami akan lanjutkan ke Tripartit, bahkan bisa sampai ke pengadilan hubungan industrial. Karena itu saya berharap ada itikad baik dari pihak RSU Regional Sulbar untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Rafi.

Ia berharap, agar Erma Surya Ningsih dikembalikan untuk bekerja berdasarkan regulasi yang ada.

“Karena ada konsekuensi hukum yang melakukan PHK sepihak, dapat dikenakan sanksi, kemudian wajib mempekerjan kembali yang bersangkutan, membayar ganti
rugi, bahkan sanksi pidana jika terdapat unsur pidana dalam PHK,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MPW KSBSI Sulbar , Andi Toba, berharap agar persoalan pemberhentian dapat segera dituntaskan.

“Intinya kita harapkan pihak RSU Sulbar menindaklanjuti surat yang kita ajukan, dan agar mengakomodir kembali klien kami untuk dikembalikan bekerja. Kalau tidak, maka ini akan naik ke tahap selanjutnya,” harap Andi Toba.

(Rls/Cia)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Owner Bakso di Mamuju Aniaya Dua Saudaranya

29 April 2026 - 15:11 WITA

Terpilih, Syukur ST Komitmen Majukan IJS

29 April 2026 - 11:55 WITA

Kapolda Sulbar Targetkan Lebih Maksimal Jawab Harapan Masyarakat

26 April 2026 - 03:17 WITA

Ditlantas Polda Sulbar Meriahkan CFD,  Kampanye Keselamatan Berkendara 

26 April 2026 - 02:46 WITA

Gubernur Suhardi Duka Kukuhkan Pengurus IKAPIM Sulbar

9 April 2026 - 06:30 WITA

Trending di News