MAMUJU, lapsussulbar.com – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Sulawesi Barat menggelar Festival Film Pendek sekaligus meluncurkan buku berjudul Cahaya dari Tanah Mandar, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kreativitas generasi muda serta memperkuat peran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan cerita, budaya, dan potensi daerah melalui karya audio visual.
Festival film pendek yang digelar TVRI Sulawesi Barat menjadi wadah bagi para peserta untuk mengangkat berbagai kisah kehidupan masyarakat ke dalam sebuah karya film. Beragam cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kekayaan budaya lokal, potensi daerah, hingga dinamika sosial masyarakat dapat dikemas secara kreatif melalui medium audio visual.
Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan festival film pendek. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana cerita dan realitas kehidupan masyarakat dapat diangkat menjadi karya kreatif yang memiliki nilai informasi sekaligus pesan sosial.
Melalui festival tersebut, TVRI memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya para kreator muda, untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam menghasilkan karya film yang mengangkat identitas serta kekayaan daerah.
Bahkan, Tubagus Fiki menyampaikan bahwa karya film pendek yang berhasil menjadi pemenang dalam festival tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk ditayangkan melalui TVRI Nasional.
Kesempatan ini menjadi bentuk dukungan nyata TVRI terhadap perkembangan industri kreatif daerah, sekaligus membuka ruang bagi karya sineas lokal agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat di tingkat nasional.
Menurutnya, potensi cerita yang tumbuh di tengah masyarakat sangat besar dan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan konten yang menarik, berkualitas, serta memiliki karakter lokal yang kuat.
Selain festival film pendek, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Cahaya dari Tanah Mandar. Buku ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan cerita, perjalanan, serta kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Mandar melalui karya literasi.
Peluncuran buku tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen TVRI Sulawesi Barat dalam menghadirkan karya yang tidak hanya berbentuk siaran televisi, tetapi juga produk dokumentasi dan literasi yang dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.
Kehadiran festival film pendek dan peluncuran buku ini mempertegas bahwa TVRI memiliki peran strategis dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan identitas daerah melalui berbagai bentuk karya kreatif.
Kepala LPP TVRI Sulawesi Barat, Mahyar Jamal, bersama seluruh jajaran diharapkan terus mendorong lahirnya ruang-ruang kreativitas bagi masyarakat, sehingga berbagai potensi, cerita, dan kearifan lokal Sulawesi Barat dapat diangkat ke panggung yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, TVRI Sulawesi Barat berharap semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, mengembangkan kemampuan produksi audio visual, serta menjadikan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan konten yang edukatif dan menghibur.
Dengan dukungan TVRI Nasional, karya-karya terbaik dari Sulawesi Barat diharapkan tidak hanya berhenti pada ajang perlombaan, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat Indonesia melalui layar televisi nasional.
“Kami ingin hasil karya film pendek dari Sulbar tayang secara nasional. Dari sulbar, untuk Indonesia,” terang Fiki Satari, menutup samburannya.
(RT / *)








