Dirut TVRI, Fiki Satari Apresiasi Sineas Muda Sulbar Dirut TVRI “Kang Fiki”, Beri Ilmu ke TVRI Sulbar Pengurus SMSI Sulbar Resmi Dilantik, Ketum Harap Wujudkan Perusahaan Pers Profesional Nilam KDI dan Penyanyi Lokal lainnya Bakal Ramaikan HUT ke-12 Ikatan Jurnalis Sulbar, Ini Jadwalnya ! Ketum SMSI Tiba di Mamuju, Langsung Dapat Kain Sekomandi Cegah Judi Online, Pegawai TVRI Sulbar Tandatangani Pakta Integritas

Entertainment

Dirut TVRI “Kang Fiki”, Beri Ilmu ke TVRI Sulbar

badge-check


					Dirut TVRI “Kang Fiki”, Beri Ilmu ke TVRI Sulbar Perbesar

MAMUJU, TVRISULBAR.ID – Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI), Tubagus Fiki Chikara Satari, melakukan kunjungan kerja ke Kantor LPP TVRI Sulawesi Barat, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi kelembagaan antara TVRI Pusat dan TVRI Sulawesi Barat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan penyiaran publik hingga ke wilayah pelosok.

Kedatangan Tubagus Fiki Chikara Satari disambut Kepala LPP TVRI Sulawesi Barat, Mahyar Jamal, bersama jajaran manajemen, pegawai, serta kru TVRI Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut TVRI menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penyiaran yang tidak hanya berorientasi pada jumlah penduduk dan luas cakupan siaran, tetapi juga mempertimbangkan nilai manfaat yang dapat diciptakan bagi masyarakat di daerah.

Menurutnya, penentuan prioritas pembangunan transmisi harus memperhatikan dampak terhadap layanan penyiaran, termasuk berapa banyak masyarakat yang dapat dijangkau melalui fasilitas transmisi yang dibangun maupun yang saat ini masih menggunakan sistem sewa.

Namun, pertimbangan tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan wilayah prioritas pembangunan infrastruktur penyiaran.

Tubagus Fiki menjelaskan, terdapat aspek lain yang perlu menjadi perhatian, yakni konsep value creation atau penciptaan nilai baru. Melalui pendekatan ini, pembangunan transmisi di suatu daerah tidak semata-mata dihitung berdasarkan besarnya populasi, tetapi juga dilihat dari peluang kolaborasi dan manfaat jangka panjang yang dapat dihasilkan.

“Dalam menentukan prioritas pembangunan transmisi, kita tidak hanya melihat berapa banyak jumlah penduduk yang bisa dijangkau atau seberapa luas cakupan siaran. Itu memang menjadi salah satu pertimbangan penting. Namun, yang juga perlu kita dorong adalah bagaimana menciptakan nilai baru atau value creation,” ungkap Tubagus Fiki.

Ia mencontohkan, pembangunan transmisi di daerah dengan jumlah penduduk relatif terbatas tetap memiliki nilai strategis apabila didukung inisiatif kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Melalui pendekatan tersebut, TVRI dapat menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur penyiaran, termasuk kemungkinan penyediaan lahan maupun fasilitas pendukung lainnya.

“Ketika TVRI membangun transmisi di suatu daerah, meskipun jumlah populasinya tidak terlalu besar, harus ada peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah. Misalnya, pemerintah daerah dapat kita ajak bekerja sama untuk mendukung pembangunan infrastruktur penyiaran, mulai dari penyediaan lahan hingga dukungan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Pendekatan ini dinilai penting untuk mempercepat pemerataan akses informasi, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah yang selama ini belum terjangkau layanan siaran secara optimal.

Bagi Sulawesi Barat, penguatan infrastruktur transmisi menjadi salah satu kebutuhan strategis mengingat kondisi geografis wilayah yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemerataan jangkauan siaran. Sejumlah kawasan dengan kondisi geografis pegunungan dan wilayah terpencil membutuhkan perhatian khusus agar masyarakat dapat menikmati layanan penyiaran publik secara merata.

Kehadiran TVRI sebagai lembaga penyiaran publik diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah, mendorong pembangunan, serta memberikan ruang bagi aspirasi masyarakat.

Selain penguatan infrastruktur, TVRI juga dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital. Peningkatan kualitas produksi program, penguatan konten lokal, serta perluasan distribusi informasi melalui berbagai platform menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan sinergi antara TVRI Pusat dan TVRI Sulawesi Barat semakin kuat, terutama dalam mendorong pembangunan penyiaran yang berorientasi pada pemerataan layanan dan kepentingan publik.

Dengan demikian, masyarakat Sulawesi Barat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, dapat memperoleh akses informasi yang berkualitas, akurat, berimbang, dan terpercaya.

“Kedatangan saya untuk menyatukan energi, untuk melakukan eksekesari agar tvri menjadi multiplatform terpercaya ke depan” kuncinya.
(RT/***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirut TVRI, Fiki Satari Apresiasi Sineas Muda Sulbar

5 November 2026 - 09:56 WITA

Pengurus SMSI Sulbar Resmi Dilantik, Ketum Harap Wujudkan Perusahaan Pers Profesional

1 November 2026 - 08:49 WITA

Nilam KDI dan Penyanyi Lokal lainnya Bakal Ramaikan HUT ke-12 Ikatan Jurnalis Sulbar, Ini Jadwalnya !

31 Oktober 2026 - 07:27 WITA

Ketum SMSI Tiba di Mamuju, Langsung Dapat Kain Sekomandi

30 Oktober 2026 - 14:16 WITA

Cegah Judi Online, Pegawai TVRI Sulbar Tandatangani Pakta Integritas

29 Oktober 2026 - 02:49 WITA

Trending di Headline